Siti Khadijah

Khadijah binti Khuwailid merupakan isteri pertama Nabi Muhammad saw. Nama lengkapnya adalah Khadijah binti Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai. Khadijah al-Kubra, anak perempuan dari Khuwailid bin Asad dan Fatimah binti Za’idah, berasal dari kabilah Bani Asad dari suku Quraisy. Ia merupakan wanita as-Sabiqun al-Awwalun (golongan yang pertama masuk Islam). Khadijah dilahirkan pada tahun 68 sebelum Hijriyah, di sebuah keluarga yang mulia dan terhormat. Dia tumbuh dalam suasana yang dipenuhi dengan perilaku terpuji. Ulet, cerdas dan penyayang merupakan karakter khusus kepribadiannya. Sehingga masyarakat di zaman Jahiliyah menjulukinya sebagai At-Thahirah (seorang wanita yang suci). Selain itu, Khadijah juga berprofesi sebagai pedagang yang mempunyai modal sehingga bisa mengupah orang untuk menjalankan usahanya. Kemudian Khadijah akan membagi keuntungan dari perolehan usaha tersebut. Rombongan dagang miliknya juga seperti umumnya rombongan dagang kaum Quraisy lainnya. Continue reading

Imam Asy-Syafi’i

Beliau bernama Muhammad dengan kunyah Abu Abdillah. Nasab beliau secara lengkap adalah Muhammad bin Idris bin al-‘Abbas bin ‘Utsman bin Syafi’ bin as-Saib bin ‘Ubayd bin ‘Abdu Zayd bin Hasyim bin al-Muththalib bin ‘Abdu Manaf bin Qushay. Nasab beliau bertemu dengan nasab Rasulullah pada diri ‘Abdu Manaf bin Qushay. Dengan begitu, beliau masih termasuk sanak kandung Rasulullah karena masih terhitung keturunan paman-jauh beliau, yaitu Hasyim bin al-Muththalib.

Bapak beliau, Idris, berasal dari daerah Tibalah (Sebuah daerah di wilayah Tihamah di jalan menuju ke Yaman). Dia seorang yang tidak berpunya. Awalnya dia tinggal di Madinah lalu berpindah dan menetap di ‘Asqalan (Kota tepi pantai di wilayah Palestina) dan akhirnya meninggal dalam keadaan masih muda di sana. Syafi’, kakek dari kakek beliau, -yang namanya menjadi sumber penisbatan beliau (Syafi’i)- menurut sebagian ulama adalah seorang sahabat shigar (yunior) Nabi. As-Saib, bapak Syafi’, sendiri termasuk sahabat kibar (senior) yang memiliki kemiripan fisik dengan Rasulullah shollallahu’alaihiwasallam. Dia termasuk dalam barisan tokoh musyrikin Quraysy dalam Perang Badar. Ketika itu dia tertawan lalu menebus sendiri dirinya dan menyatakan masuk Islam. Continue reading

Imam Malik bin Anas

Nasab dan Masa Pertumbuhannya

Beliau adalah Abu Abdullah, Malik bin Anas bin Malik bin Abi Amir bin Amr bin al-Harits bin Ghuyman bin Khutsail bin Amr bin Harits. Ibunya adalah Aliyah bin Syarik al-Azdiyah. Keluarganya berasal dari Yaman, lalu pada masa Umar bin Khattab, sang kakek pindah ke Kota Madinah dan menimba ilmu dengan para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sehingga menjadi salah seorang pembesar tabi’in.

Imam Malik dilahirkan di Kota Madinah 79 tahun setelah wafatnya Nabi kita Muhammad, tepatnya tahun 93 H. Tahun kelahirannya bersamaan dengan tahun wafatnya salah seorang sahabat Nabi yang paling panjang umurnya, Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu. Malik kecil tumbuh di lingkungan yang religius, kedua orang tuanya adalah murid dari sahabat-sahabat yang mulia. Pamannya adalah Nafi’, seorang periwayat hadis yang terpercaya, yang meriwayatkan hadis dari Aisyah, Abu Hurairah, Abdullah bin Umar, dan sahabat-sahabat besar lainnya, radhiallahu ‘anhum. Dengan lingkungan keluarga yang utama seperti ini, Imam Malik dibesarkan. Continue reading

Zubair bin Awwam

A. Masa Kecil, Remaja dan Masuk Islam

1. Nama, Nasab, dan Penisbatannya

Zubair bin Awwam Khuwailid Az-Zubair bin Awwam bin Khuwalid bin Asad bin Abdil Uzza bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah Al-Qurasyi Al-Asadi Al-Makki Al-Madani.

Nasab nya bertemu dengan nasab Rasulullah Shallallahualaihi wa Sallam pada kakeknya yang kelima yaitu Qushay, dengan jumlah kakek antara mereka adalah sama.

2. Julukannya

Ibunya menjulukinya Abu Thahir dengan mengambil julukan saudaranya Zubair bin Abdul Muthalib, sementara Zubair sendiri menjuluki dirinya Abu Abdullah di ambil dari anaknya Abdullah, inilah yang lebih dikenal, dan para shahabat pun memanggilnya dengan ini. Continue reading

Thalhah bin Ubaidillah

A. Masa Kecil, Remaja, dan Masuk Islam

1. Nama, Nasab, Penisbatan, dan Julukannya

Thalhah bin Ubaidillah bin Utsman bin Amru bin Ka’ab bin Sa’ad bin Taim bin Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah, Al-Qurasyi At-Taimi Al-Makki dan Kemudian Al-Madani.

Julukannya Abu Muhammad, dengan ini ia dipanggil oleh Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam dan para shahabat.

Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pada Murrah bin Ka’ab bin Lu’ay, dan dengan nasab Abu Bakar Ash-Shiddiq pada Taim bin Murrah. Mereka berdua berasal dari Kabilah Taim. Continue reading

Sa’id bin Zaid

A. Masa Kecil, Remaja Dan Masuk Islam

1. Nama, Nasab, dan Penisbatannya

Sa’id bin Zaid bin Amru bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adi bin Ka’ab bin Lu’ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin An-Nadhr bin Kinanah Al-Qurasyi Al-Adawi Al-Makki Al-Madani.

Nasabnya bertemu dengan nasab Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam pada Ka’ab bin Lu’ay, dia berasal dari Bani Adi, kerabat dari Umar bin Khaththab, dan nasab mereka bertemu pada Nufail. Jadi Umar adalah anak dari paman ayahnya.

Di masa jahiliyah, keluar Sa’id (Bani Adi) adalah kabilah yang paling sedikit jumlahnya disbanding kabilah-kabilah lain yang terdapat di Quraisy. Mereka tidak mendapatkan jabatan yang penting pada masa jahiliyah, terutama yang berkenaan dengan Ka’bah dan Baitul Haram. Tapi mereka diberikan tanggung jawab sebagai delegasi dan negosiator antara Quraisy dengan siapa saja yang berselisih dan menggugat mereka dari kabilah-kabilah arab lainnya. Suatu hal yang menunjukkan ketegaran dan ketabahan mereka. Continue reading

Sa’ad bin Abi Waqqash

A. Masa Kecil, Remaja Dan Masuk Islam

1. Nama, Nasab, Dan Nisbatnya

Mekah Al-Mukarramah merupakan tempat yang paling suci di bumi, sebuah negeri yang dipilih oleh Allah menjadi tempat bagi rumah-Nya, dan tempat berhaji para Nabi, dan kiblat bagi kaum muslimin. Disanalah Kabilah Quraisy tinggal dengan kebanggan atas seluruh Jazirah Arab. Kabilah inipun mendapatkan perhatian rabbani yang lebih, dimana dari keturunannyalah pemimpin anak cucu Adam, MuhammadShallallahu’alaihi wa Sallam dilahirkan, sebagai Nabi penutup, dan rahmat Allah bagi seluruh alam. Continue reading